Resep ini telah gw uji coba sendiri.
Berikut ini adalah resepnya :
TUMIS BABY KAILAN BAWANG PUTIH
Bahan :
2 sdm minyak goreng
3 siung bawang putih, memarkan
2 sdm saus tiram
250 gram baby kailan, siangi
1/4 sdt garam dan 1/4 sdt merica bubuk
Cara membuat :
1. Panaskan minyak, tumis bawang putih hingga harum.
2. Masukkan saus tiram, baby kailan, garam, dan merica bubuk, masak hingga matang, angkat.
3. Sajikan hangat dengan nasi putih
Memasak (menumis) baby kailan jangan terlalu lama karena sayur akan layu dan rasanya akan pahit. Jangan terlalu
banyak memakai garam atau merica karena sudah ada saus tiram sebagai penambah rasa.
Teman-teman gw yang membaca ini pasti kaget karena tidak akan menyangka bahwa gw memasak…hahaha…
Walau bentuk dan rupa gw seperti ini (seperti yang telah kalian ketahui), gw mempunyai hasrat untuk memasak lho! Hehehe… :9
Resep ini gw dapat dari sebuah sumber di internet dan gw lupa sumbernya. Resep ini telah gw uji coba sendiri.
Berikut ini adalah resepnya :
Udang Saus Padang
Bahan :
500 gr udang segar ukuran sedang
1 sdm minyak goreng
50 ml air
Bumbu halus:
12 buah cabai merah
6 butir bawang merah
4 siung bawang putih
½ sdt terasi, panggang
½ sdt gula pasir
1½ sdt garam
3 cm jahe
Cara membuat :
1. Kupas udang, sisakan ekornya, kerat punggungnya dan bersihkan.
2. Panaskan minyak goreng, lalu tumis bumbu hingga harum dan kering.
3. Masukkan udang ke dalam tumisan bumbu, aduk rata dan masukkan air saat udang mulai berubah warna. Masak hingga udang matang dan air mengering. Angkat dan sajikan hangat.
Saran gw, ketika udang telah dibersihkan, sebaiknya udang diberi perasan 1 buah jeruk nipis atau jeruk lemon supaya udang tidak berbau amis, didiamkan sebentar lalu tiriskan supaya air jeruk tidak terlalu banyak. Kita cenderung enggan mengkonsumsi makanan yang masih berbau amis ketika sudah dimasak. Selain itu, perasan jeruk nipis atau jeruk lemon dapat menambah cita rasa masakan.
Dalam resep ini tertulis bahwa “masukkan air saat udang mulai berubah warna”, karena udang telah dibersihkan dengan air dan telah diberikan perasan jeruk sebaiknya tidak perlu menambahkan air karena ketika dimasak air tersebut sudah keluar dari udang dengan sendirinya. Apabila ditambahkan air maka akan terlalu banyak air sehingga rasa spicy dari bumbunya tidak akan terasa.
Untuk membakar terasi, apabila tidak punya alat khusus untuk membakar, cukup dengan mengambil terasi lalu dibentuk bulat seperti bola dan ditancapkan pada ujung pisau atau garpu lalu dibakar di atas kompor.
Tulisan ini dikutip dari buku Renungan Harian bulan Juli 2009.
Tulisan ini gw kutip karena sangat bermakna buat gw dan gw ingin membagikannya ke semua orang terutama yang belum pernah membacanya.
Baca :
Pengkhotbah 7 : 1-7 (Ecclesiastes 7 : 1-7)
Ayat renungan : Pergi ke rumah duka lebih baik daripada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia. (Pengkhotbah 7 : 2)
Rumah duka biasanya terkesan suram, kotor, pengap, dan menyeramkan. Untuk menghapus kesan itu, kini mulai banyak dibangun rumah duka modern yang indah, bersih, berpendingin udara, bahkan dilengkapi alat musik. Namun, ini tidak membuat orang lebih suka pergi ke sana, apalagi berlama-lama di situ. Manusia enggan berhadapan dengan kematian dan suasana duka.
Melihat kenyataan ini, nasihat Pengkhotbah terdengar tidak lazim. Menurutnya, lebih baik pergi ke rumah duka daripada pergi ke rumah pesta. Lebih baik bersedih dan meratap di rumah duka, ketimbang tertawa di rumah pesta. Mengapa? Karena kedukaan mengajarkan kita banyak hal. Kita disadarkan bahwa hidup ini singkat. Semua orang akan mati, termasuk kita. Mumpung masih ada kesempatan hidup, pakailah untuk berbenah diri! Keluarga yang meratap juga belajar banyak. Rasa kehilangan mendorong mereka lebih bergantung pada Tuhan. Jadi, di rumah duka kita belajar hidup bijak. Pelajaran ini tidak akan kita dapatkan di rumah pesta. Di situ orang diajak tertawa. Melupakan segala kesusahan dan realitas hidup. Dibawa bersenang-senang sampai lupa daratan!
Kita banyak belajar tentang Tuhan dan iman justru di saat sulit, bukan di saat bersenang-senang. Oleh karena itu, kemalangan ada gunanya. Tidak harus dihindari. Apakah Anda selalu berusaha menghindar dari penderitaan dengan segala cara? Saat Tuhan menempatkan Anda di “rumah duka”, apakah Anda lari ke “rumah pesta”? Lihatlah kemalangan sebagai kesempatan emas untuk belajar sesuatu dari Tuhan!
P.S : Tuhan membuat hidup kita kaya dengan mencampur canda dan air mata.
These are the music videos of my favorite songs. I downloaded from You Tube, THANKS to the people who uploaded them. I hope you enjoy them!
Beautiful Ones by SUEDE -> I really like this song and the music video, they are sooooo…..British! :9
Boogie Wonderland by Earth, Wind, and Fire -> The song is sooooo….groovy, baby! \(^.*)
The Way You Look Tonight by Jerome Kern -> The original performance of the song from 1936. Music by Jerome Kern, lyrics by Dorothy Fields. I downloaded three music videos of The Way You Look Tonight, the first one was performed by Jerome Kern, the second was performed by Tony Bennett and the third was performed by Rod Stewart. I like all of them. Just feel the rhythm and their voice!!!
Boyband yang paling gw suka adalah Code Red yang terdiri dari 4 orang yaitu Phillip Rodell, Roger Ratacjzak, Neil Watts, dan Lee John Missen. Boyband ini berasal dari Inggris. Sayang sekali boyband ini tidak bertahan lama, karir mereka menurun ketika tahun 1998 dan mereka tidak terlalu terkenal, bisa dibilang redup sebelum terang. Boyband ini ga jauh beda dengan boyband lainnya yang ada pada zamannya. Gw suka mereka karena mereka sederhana, suaranya bagus, ramah terhadap penggemar; ada yang bilang bahwa mereka adalah “White Boys II Men”.
Gw punya kaset mereka tapi sayang sekali ada yang hilang dan kualitasnya jadi menurun, berhubung dulu gw cuma mampu beli kaset, hehehe…. Sayang sekali sekarang susah untuk cari mp3 lagu-lagu mereka, hanya ada beberapa lagu dan untungnya masih bisa lihat MV mereka dari You Tube, hohoho….
Btw gw senang banget punya akses langsung untuk berhubungan dengan 2 anggota Code Red tapi gw bingung mau bicara apa….kekeke….
Bagi penggemar Code Red yang kangen dengan mereka, bisa lihat MV di bawah ini :
*THANKS to the people who uploaded these video on You Tube.
Who Am I? merupakan judul lagu yang selama ini gw cari, lagu ini ditampilkan oleh Casting Crowns.
Waktu itu sekitar 2 tahun lalu di gereja diputer lagu ini dan gw sangat suka musik dan liriknya, gw berniat cari tau lagu ini dengan bertanya pada operator di gereja tapi ternyata gw lupa tanya. Akhirnya gw jadi penasaran…. Gw ga hafal liriknya dan gw ga yakin inget musiknya. Sampai suatu saat, beberapa minggu lalu gw lagi iseng browsing lihat-lihat tentang sebuah blog yang isinya tentang profil dan berita mengenai seorang anggota boyband Korea, di situ gw lihat ada tulisan bahwa artis tersebut menyanyikan lagu rohani Kristen di konsernya, karena penasaran gw puter videonya dan ternyata………….itu adalah lagu yang selama ini gw cari….hohoho……
Gw merasa sangat tersentuh, padahal gw hanya iseng browsing tapi Tuhan menyapa gw dengan lembut. Lagu ini bagus untuk bahan renungan pribadi. Sebagai orang Kristen sudah pasti harus bersyukur atas anugerah keselamatan dari Tuhan.
Ayat renungan :
Efesus 2 : 8-9 (Ephesians 2 : 8-9) =
“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan ada orang yang memegahkan diri.”
Berikut adalah lirik lagu Who Am I? :
Who am I?
That the Lord of all the earth,
Would care to know my name,
Would care to feel my hurt.
Who am I?
That the bright and morning star,
Would choose to light the way,
For my ever wandering heart.
Not because of who I am.
But because of what you’ve done.
Not because of what I’ve done.
But because of who you are.
Chorus:
I am a flower quickly fading,
Here today and gone tomorrow.
A wave tossed in the ocean,
A vapor in the wind.
Still you hear me when I’m calling,
Lord you catch me when I’m falling,
And you told me who I am.
I am yours.
I am yours.
Who am I?
That the eyes that see my sin
Would look on me with love
And watch me rise again
Who am I?
That the voice that calm the sea,
Would call out through the rain,
And calm the storm in me.
Not because of who I am.
But because what of youve done.
Not because of what I’ve done.
But because of who you are.
Chorus:
I am a flower quickly fading,
Here today and gone tomorrow.
A wave tossed in the ocean,
A vapor in the wind.
Still you hear me when I’m calling,
Lord you catch me when I’m falling,
And you told me who I am.
I am yours.
Not because of who I am.
But because of what you’ve done.
Not because of what I’ve done.
But because of who you are.
Chorus:
I am a flower quickly fading,
Here today and gone tomorrow.
A wave tossed in the ocean,
A vapor in the wind.
Still you hear me when I’m calling,
Lord you catch me when I’m falling,
You told me who I am.
I am yours.
I am yours.
Whom shall I fear?
Whom shall I fear?
‘Cuz I am yours.
I am yours.
*THANKS to the person who uploaded this video on You Tube.